Polkesma Canangkan Germas di Bondowoso

POLKESMA CANANGKAN GERMAS DI BONDOWOSO

BERSAMA KOMISI IX DPR RI DAN PEMKAB

 

BONDOWOSO – Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang (Polkesma) melakukan pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Anggota DPR RI komisi IX Nihayatul Wafiroh dan Pemkab Bondowoso, kemarin (6/4). Agenda yang didasarkan Intruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini dilaksanakan di SMKN 4 Bondowoso.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Polkesma Budi Susatia, S.Kp.,M.Kes, Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Polkesma Jupriyono, S.Kp.,M.Kes, Kadinkes Kesehatan Bondowoso dr. Moh Imron, MM, Kepala Bappeda Bondowoso Ir Matsakur, M.M dan Forpimka Bondowoso.

Anggota DPR RI Nihayatul Wafiroh menuturkan, Germas adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang didasarkan inpres No 1/2017. Dimana pelaksananya tidak hanya Kementerian Kesehatan namun juga kementerian lainnya. Misalnya Kemendikbud, Kemenpora, Kemenristek Dikti, Kementerian Agama dan lain sebagainya. “Setiap Kementerian punya tanggung jawab sendiri untuk mensosialisasikan Germas, tentunya sesuai dengan ranah masing-masing,” terangnya.

Dimana tujuan Germas adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Tujuannya agar kesehatan masyarakat meningkat dan lebih paham dengan apa yang dilakukan. Germas ini mengacu tujuh kegiatan. Yakni aktivitas fisik, periksa kesehatan rutin, membersihkan lingkungan, menjaga jamban sehat, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. “

Sementara Direktur Polkesma Budi Susatia, S.Kp.,M.Kes, Polkesma adalah lembaga pendidikan yang berada dibawah Kementerian Kesehatan. Sehingga selayaknya dan sepatutnya mendukung program pemerintah. Dalam hal ini pihaknya melakukan sosialisai Germas. Peran Polkesma adalah melakukan berbagai kajian. “Seperti penelitian tentang stunting, apakah cukup asupan saja atau bisa lain, dan ternyata ada hal lain yang bisa dimanfaatkan, misalnya tentang pemanfaatan daun kelor sebagai sayuran dan olahan lainnya,” terangnya.

Berikutnya Polkesma juga melakukan pengabdian masyarakat. Dan nantinya akan membuat desa binaan. Agar beberapa permasalahan kesehatan di masyarakat bisa diatasi. Karena ada tiga hal yang menjadi bidikan saat ini, yakni penurunan angka stunting (gizi buruk), penurunan angka Tuberculosis dan peningkatan partisipasi imunisasi lengkap. “Kami akan menggunakan konsep interprofesional kolaborator, disitu ada bidan, ada bidang gizi dan sebagainya,” tuturnya.

Pemkab Bondowoso sendiri sangat mengapresiasi Pencanangan Germas oleh Polkesma itu. Terbukti dengan hadirnya berbagai stakeholder di Bondowoso dalam Senam Pembuka Germas, kemarin. Seperti Kepala Bappeda Ir Matsakut MM, Kepala Dinkes dr Moh Imron, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Nunung Setianingsih, Camat Kota, Danramil Kota dan beberapa stakeholder lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan dr Moh Imron mengatakan, salah satunya upaya Germas adalah melakukan penyuluhan dan pencegahan. Salah satu contoh adalah membiasakan olahraga atau olah fisik. Seperti dilakukan saat pembuka Pencanangan Germas, kemarin. Selain itu bagaimana membiasakan makan sayur dan buah-buahan. “Kami sudah melakukan sosialisai, dan kami sangat mengapresiasi adanya pencanangan Germas ini,” tuturnya.

Pemkab Bondowoso dalam hal ini juga mengedukasi msyarakat agar peduli kesehatan lingkungan, sampai mengupayakan tidak merokok. “Upaya pencegahan juga dilakukan, dengan penyuluhan terhadap calon pengantin. Ini untuk menurunkan angka stunting kepada calon ibu hamil,” tegasnya. (hud)

 

Penulis : Sholikhul Huda/Radar Jember

Fotografer : Heru Putranto/Radar Ijen