Simulasi Pemadaman Kebakaran oleh Mahasiswa Program Studi D-III Anafarma

Senin 12 November 2018 sebanyak 81 mahasiswa Prodi D-III Anafarma Tingkat I telah melakukan praktek bersama tim Pemadam Kebakaran Kota Malang. Praktek ini dilakukan dalam rangkaian pembelajaran mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja & Promosi Kesehatan (K3&Promkes). Mengingat Poltekkes Kemenkes Malang telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dengan persentase 60% praktek dan 40% teori dan proses pembelajaran. Metode pembelajaran praktek selain dapat dilakukan di laboratorium juga dapat dilakukan di lapangan seperti yang dilakukan oleh mahasiswa prodi D-III Anafarma ini.

Praktek kali ini mengenai Jenis-jenis Alat Pelindung Diri (APD) dan Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran. Praktek dimulai pukul 09.00 WIB dimulai dengan pemaparan materi mengenai bahaya api dan jenis-jenis APAR (Alat Pemadam Api Ringan) oleh Bapak M. Teguh Budi W, SH. Berdasarkan pemaparan beliau api dapat terbentuk dari tiga unsur yaitu panas, udara dan bahan bakar yang menimbulkan atau menghasilkan panas dan cahaya. Tiga unsur ini dikenal dengan segitiga api. Namun dengan adanya ketiga elemen tersebut kebakaran belum bisa terjadi hanya menghasilkan pijar. Pembakaran terjadi jika ada komponen keempat yaitu rantai reaksi kimia (chemical chain reaction). Teori ini dikenal sebagai Piramida Api atau Tetrahedron.

Api dapat terjadi jika terdapat paling sedikit 15% volume oksigen dalam udara. Udara normal di dalam atmosfir mengandung 21% volume oksigen. Sumber panas diperlukan untuk mencapai suhu penyalaan sehingga dapat mendukung terjadinya kebakaran. Sumber panas antara lain panas matahari, permukaan yang panas, gesekan, reaksi kimia eksotermis, energi listrik, percikan api listrik, api las dsb. Sedangkan bahan bakar adalah semua benda yang dapat mendukung terjadinya pembakaran seperti kayu, plastik, gula, lemak, kertas, bensin, alkohol, asetilena, propana, karbon monoksida, butana dsb.

Klasifikasi kebakaran berdasarkan keputusan Menteri Tenaga Kerja Indonesia melalui Peraturan PER.MEN: No/Per/04/Men/1980 adalah sebagai berikut:

  1. Kelas A: kebakaran yang terjadi karena bahan bakar padat seperti kayu, kain, kertas,  karet dsb.
  2. Kelas B: kebakaran yang terjadi karena bahan bakar cair seperti bensin, spirtus, solar dsb.
  3. Kelas C: kebakaran yang terjadi karena kegagalan fungsi peralatan listrik.
  4. Kelas D: kebakaran yang terjadi karena logam seperti magnesium, aluminium dsb.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktek dilapangan bersama tim Pemadam Kebakaran Kota Malang sejumlah 7 orang. Kegiatan dilapangan dimulai dengan penjelasan cara memadamkan api oleh salah satu tim Pemadam Kebakaran Kota Malang. Arah angin merupakan hal utama yang harus diperhatikan saat Kita akan memadamkan api. Saat akan memadamkan api Kita harus menghadap berkebalikan dengan arah angin. Jenis media pemadam  atau yang biasa disebut dengan APAR secara umum dibagi menjadi 3 jenis:

  1. Jenis Cair   : Air, Busa
  2. Jenis Padat : Dry Chemical atau Bubuk ABC yang mengandung Natrium Bikarbonat, Potassium Bikarbonat, Kalium Bikarbonat, Kalium Klorida dsb.
  3. Jenis Gas   : CO2, N2 dan Hallon ( Tetapi gas hallon sudah tidak boleh digunakan karena berbahaya   terhadap lapisan ozon)

Pada praktek kali ini mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memadamkan api menggunakan media pemadam jenis padat ( Dry Chemical) dan Jenis Cair (Air). Untuk memadamkan api media pemadam harus dikenakan pada sumber api agar api cepat padam. Jika media pemadam hanya mengenai lidah api proses pemadaman akan semakin lama.

Dengan adanya praktek bersama tim Pemadam Kebakaran Kota Malang ini diharapkan mahasiswa memahami dan dapat melakukan penanganan pemadaman kebakaran jika terjadi kebakaran di lingkungan sekitarnya. Karena api tatkala kecil bisa menjadi kawan, tapi jika besar akan menjadi lawan (Riska Y.A).

Berita ini ditulis Riska Y.A (Dosen Program Studi D-III Anafarma) dan disiarkan oleh Bagian Humas, Urusan Kesekretariatan, Poltekkes Kemenkes Malang. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui alamat email humas.polkesma@gmail.com.