Festival Anti Korupsi Poltekkes Kemenkes Malang

Selamat Hari Anti Korupsi.

Poltekkes Kemenkes Malang menyelenggarakan Festival Anti Korupsi dalam rangka perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh kemarin (9/12). Bertempat di Gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Malang, Festival Anti Korupsi diselenggarakan tanggal 6 Desember 2018 diikuti 350 orang dari unsur manajemen, dosen mata kuliah Pendidikan Budaya Anti Korupsi (PBAK) dan mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran. 

Festival Anti Korupsi diisi dengan kegiatan lomba seperti debat terkait isu korupsi, pembuatan vlog kampanye sosialisasi anti korupsi, film pendek anti korupsi, cerdas cermat online anti korupsi, dan pemilihan Duta Anti Korupsi. Kegiatan lomba ini diharapkan dapat mengasah pengetahuan dan ketrampilan serta memperkuat integritas mahasiswa dalam pemberantasan korupsi.

Selain lomba juga diselenggarakan Studium Generale atau Kuliah Tamu dengan narasumber Moh. Rofie Penyuluh Anti Korupsi Utama, Pengurus Harian Lembaga Sertifikasi Profesi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ade Irawan Wakil kordinator Indonesian Corruption Watch (ICW). Dengan tema “Menumbuhkan Semangat Agen Perubahan dan Integritas dalam Pemberantasan Korupsi”, kuliah tamu ini diharapkan memberikan semangat bagi seluruh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Malang untuk menjadi agen perubahan dalam pemberantasan korupsi.

“Kami juga mempunyai mata kuliah wajib pendidikan budaya anti korupsi (PBAK) yang dapat memperkuat integritas mahasiswa dalam memberantas korupsi. Sebenarnya ada banyak keunggulan yang kami miliki seperti program wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), sertifikasi untuk dosen PBAK yang bekerjasama dengan KPK, dan juga yang baru saja berlansung uji komppetensi secara online kerja sama dengan ICW,” tambah Pembantu Direktur III, Bernadus Rudy Sunindya.  

Upaya pengembangan Pendidikan Budaya Anti Korupsi (PBAK) dan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara ICW dan Poltekkes Kemenkes Malang. Kedua belah pihak akan bermitra dalam pengembangan bahan ajar dan metode pengajaran Mata Kuliah PBAK agar lebih kekinian dalam menyongsong era distrupsi 4.0.

Kesempatan ini juga digunakan ICW yang diwakili Ade Irawan untuk memberikan penghargaan kepada Poltekkes Kemenkes Malang sebagai institusi dengan jumlah keikutsertaan mahasiswa terbanyak secara nasional dalam menyelesaikan dan memperoleh sertifikat kuliah online Akademi Anti Korupsi ICW tahun 2018. ICW berharap Poltekkes Kemenkes Malang menjadi percontohan bagi institusi-institusi lain dalam menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online dalam lingkungan Blended Learning.  

Sementara itu, KPK juga memberikan 400 pin dan stiker anti korupsi. Penyemaian pin ini menandakan semangat, komitmen dan kebersamaan yang kuat dalam pemberantasan korupsi.

Berita ini disiarkan oleh Bagian Humas, Urusan Kesekretariatan, Poltekkes Kemenkes Malang. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui alamat email humas.polkesma@gmail.com